Senin, 28 Maret 2011

Bacaan-Bacaan Ketika Berwudhu

BACAAN-BACAAN KETIKA BERWUDHU

Sebelum berwudhu, ketika melihat air, membaca:
 أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلماَءَ طَهُوْرًا. رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَّحْضُرُوْنِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan Setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pujian bagi Allah yang telah menjadikan air dapat mensucikan. Wahai Tuhan! Aku berlindung pada-Mu dari godaan dan kehadiran setan.”

Membasuh dua telapak tangan, membaca:
اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْيُمْنَ وَاْلبَرَكَةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشُّؤْمِ وَاْلهَلَكَةِ
“Ya Allah! Aku mohon keberuntungan dan keberkatan, dan lindungi kami daripada kesialan dan kebinasaan.”

Berkumur-kumur, membaca:
اَللّهُمَّ أَعِنِّي عَلى تِلاَوَةِ كِتــَابِكَ وَكَثــْرَةِ الذِّكْرِ لَكَ وَثَبِّتْـــنيِ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فيِ اْلحَيَاةِ الدُّنـْياَ وَفيِ اْلآخِرَةِ
“Ya Allah! Tolonglah aku agar dapat membanyakkan membaca Qur’an, serta ingat pada-Mu, dan tetapkanlah kami dengan kata-kata yang kokoh (yaitu لاَ إِلـــهَ إِلاَّ اللهُ), dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.”

Memasukkan air ke hidung, membaca:
اَللّهُمَّ أَرِحْنِي رَآئِحَةَ اْلجَنَّةِ وَأَنــْتَ عَنِّي رَاضٍ
“Ya Allah ciumkanlah padaku aroma surga dalam keadaan Engkau ridho padaku.”

Mengeluarkan air dari hidung, membaca:
اَللّهُمَّ إِنِّـيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائــِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ
“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari bau busuk neraka serta kejelekan di negeri akhirat.”

Kemudian membaca lafaz niat:
نـَوَيـْتُ اْلوُضُوْءَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَصْغَرِ وَلاِِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ ِللهِ تَعَالى
“Aku sengaja berwudhu, untuk mengangkat hadats kecil dan membolehkan sholat, karena Allah SWT.”

Kemudian membasuh muka sambil berniat di atas. Dan membaca:
اَللّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ بِنُوْرِكَ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَوْلــِيَآءِكَ وَلاَ تُسَوِّدْ وَجْهِيْ بِظُلُمَاتِكَ يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَعْدَآءِكَ.
“Ya Allah terangilah wajahku dengan cahaya-Mu, pada hari kiamat yang hari itu wajah para Wali-Mu terang benderang. Dan jangan Engkau buat gelap wajahku pada hari kiamat yang pada hari itu wajah musuh-musuhmu menjadi gelap.”

Membasuh tangan kanan, membaca:
اَللّهُمَّ أَعْطِنيِ كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَّسِيْرًا
“Ya Allah! Berilah kitab catatan amalku pada tangan kananku, dan hitunglah amalku dengan perhitungan yang mudah.”

Membasuh tangan kiri, membaca:
اَللّهُمَّ إِنِّـي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تُعْطِيَنِيْ كِتــَابِيْ بِشِمَالِيْ أَوْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ
“Ya Allah! Aku berlindung pada-Mu dari menerima catatan amal dengan tangan kiri atau dari belakangku.”

Menyapu kepala, membaca:
اَللّهُمَّ غَشِّـنِيْ بِرَحْمَتِكَ وَأَنْـزِلْ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَاتِكَ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّكَ. اَللّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
“Ya Allah! Liputilah aku dengan rahmat-Mu, turunkanlah untukku berkat-berkat-Mu, serta naungilah aku di bawah naungan arsy-Mu pada suatu hari yang tiada naungan lain kecuali naungan-Mu. Ya Allah! Haramkan rambut dan kulitku dari api neraka.”

Menyapu dua telinga, membaca
اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتــَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتــَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. اَللّهُمَّ أَسْمِعْنِيْ مُنَادِيَ اْلجَنَّةِ فيِ اْلجَنَّةِ مَعَ اْلأَبـْرَارِ.
“Ya Allah! Jadikanlah aku termasuk orang yang mendengar nasehat dan mengerjakannya sebaik-baiknya. Ya Allah, perdengarkanlah aku, seruan penyeru surga di dalam surga bersama orang-orang shalih.”

Menyapu tengkuk, membaca
اَللّهُمَّ فُكَّ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ وَأَعُوْذُ بِكَ مَنَ السَّلاَسِلِ وَاْلأَغْلاَلِ
“Ya Allah, lepaskanlah aku dri neraka, dan aku berlindung kepada-Mu dari rantai dan belenggu neraka”

Membasuh kaki kanan, membaca
اَللّهُمَّ ثَـبِِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ اْلمُسْتــَقِيْمِ مَعَ أَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ.
“Ya Allah! Tetapkanlah kaki ku di atas shiratul mustaqim bersama hamba-hamba-Mu yang Shalih.”

Membasuh kaki kiri, membaca:
اَللّهُمَّ إِنِّـيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَـزِلَّ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ فيِ النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ أَقْدَامُ اْلمُنَافِقِيْنَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ.
“Ya Allah! Lindungilah aku dari tergelincirnya kaki dari shiratul mustaqim sehingga masuk neraka, pada hari tergelincirnya kaki orang munafik dan musyrik.”


Kemudian membaca do’a wudhu sambil melihat ke langit:
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلـــهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلـــهَ إِلاَّ أَنــْتَ عَمِلْتُ سُوْءًا وَّظَلَمْتُ نَفْسِيْ أَسْتــَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ فَاغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنــَّكَ أَنــْتَ التــَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التــَّوَّابـِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ اْلمُتــَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ. وَاجْعَلْنِيْ صَبُوْرًا شَكُوْرًا وَاجْعَلْنِيْ أَذْكُرُكَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَّأُسَبِّحُكَ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً. وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلى آلـِـــه وَصَحْبِه وَسَلَّمَ. وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan Rasul-Nya. Maha suci dan terpujilah Engkau ya Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau,  aku telah banyak melakukan keburukan dan menzalimi diri sendiri, aku mohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu, karena itu, ampunilah dan terimalah taubatku, Engkau benar-benar Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang. Ya Allah! Jadikanlah aku, orang yang suka bertaubat, suka mensucikan diri, hamba-Mu yang shalih, penyabar dan pandai bersyukur, banyak mengingat-Mu, serta bertasbih pada-Mu setiap pagi dan petang. Semoga sholawat dan salam Allah selalu tercurah atas baginda Muhammad Saw, beserta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Dan pujian bagi Allah, Tuhan semesta alam.”


Perhatian
-         Kalau berwudhu di WC atau di kamar mandi yang jadi satu dengan WC, hendaknya tidak usah membaca doa-doa di atas. Karena berzikir dengan lisan di WC hukumnya HARAM atau sekurang-kurangnya MAKRUH. Adapun berzikir dengan hati, maka hal itu diperintahkan, sekalipun berada dalam WC.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar